Setelah Unjuk Rasa Berujung Kekerasan, Mengapa Parpol Jadi Prioritas Reformasi?
Desakan reformasi partai politik kian menguat seiring maraknya aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Publik menilai partai politik adalah hulu dari persoalan politik Indonesia, sehingga perbaikannya menjadi krusial untuk mencegah krisis yang berulang.
Hasil kajian BRIN menunjukkan kelembagaan partai masih lemah. Dari sembilan parpol di DPR periode 2019–2024, hanya PKS dan Nasdem yang dinilai baik, sementara sisanya berada di kategori sedang. Lemahnya sistem rekrutmen, kaderisasi, dan penyelesaian konflik internal membuat parpol rentan pragmatis.
Survei Litbang Kompas mencatat 58,4 persen publik berharap ada partai yang berperan sebagai oposisi di luar pemerintahan. Harapan itu terutama ditujukan kepada PDI-P, agar ada keseimbangan dan fungsi pengawasan terhadap pemerintah yang kini dikuasai koalisi superbesar.
Seruan reformasi juga muncul dalam “17+8 tuntutan rakyat” yang menekankan transparansi parpol, laporan keuangan tahunan, revisi UU Pemilu pasca putusan MK, hingga penguatan pengawasan legislatif terhadap eksekutif. Tanpa pembenahan mendasar, parpol dinilai hanya akan memperdalam krisis demokrasi.
📰 Infografis: Mengapa Reformasi Partai Politik Mendesak?
🔴 1. Kelembagaan Parpol Masih Lemah
-
Kajian BRIN: hanya PKS & Nasdem terlembaga baik.
-
7 parpol lain masih kategori sedang.
-
Problem utama: rekrutmen, kaderisasi, penyelesaian konflik, kebijakan internal.
🟡 2. Publik Ingin Parpol Penyeimbang
-
Survei Litbang Kompas: 58,4% publik ingin ada oposisi.
-
Harapan paling besar ke PDI-P.
-
Koalisi pemerintah saat ini menguasai 81% kursi DPR → terbesar sepanjang reformasi.
🟢 3. Tuntutan Reformasi Mendesak
-
Termasuk dalam “17+8 Tuntutan Rakyat”.
-
Isu utama: transparansi keuangan, laporan tahunan, pendidikan politik, evaluasi kader.
-
DPR perlu revisi UU Pemilu pasca putusan MK 2024.
🟣 4. Mengapa Penting?
-
Tanpa reformasi, parpol rentan pragmatis & memperdalam krisis demokrasi.
-
Reformasi jadi kunci memperkuat fungsi checks and balances terhadap pemerintah.
📌 Slogan: “Reformasi Parpol = Reformasi Demokrasi”


Posting Komentar